Lanjut ke konten

Masyarakat menyambut positif maraknya TK/RA

Maret 25, 2014

PAUDNI - NS

 Dari data di atas Kelurahan Mangsang terlihat menonjol dan lebih marak   dengan jumlah sekolah  TK ( Taman kanak Kanak )  lebih banyak dibanding dengan Kelurahah lain di Kecamatan Seibeduk Batam.

Apa perbedaan antara RA dengan TK.

Sebelum mengulas lebih jauh, maka perlu diketahui  perbedaan RA dengan TK ..?
RA singkatan dari Raudhatul Athfal. Diambil dari istilah bahasa Arab. Raudhah artinya taman, sedangkan Athfal artinya kanak-kanak. RA berada dibawah naungan Departemen Agama melalui SK Menag. Yang dikelola secara profesional oleh guru-guru RA dalam wadah IGRA (Ikatan Guru Raudhatul Athfal). Selain materi umum, RA memperkenalkan pula dasar-dasar ajaran agama Islam kepada anak didiknya.

Sedangkan TK adalah singkatan dari Taman Kanak-Kanak, sebuah TK berdiri dengan adanya SK dari Mendiknas sehingga jelas bahwa TK merupakan output dari Departemen Pendidikan Nasional. Tk dikelola secara professional oleh guru-guru TK dalam wadah IGTK (Ikatan Guru Taman Kanak-Kanak). Untuk usia anak didik yang belajar di RA sama dengan anak yang belajar di TK yaitu antara 4 – 6 tahun.

Adapun TK Islam Terpadu sudah tentu beda dengan TK pada umumnya karena muatan agamanya .  Mulai dari pakaian seragam, tata cara mengawali pembelajaran, dan lain lain sangat kental dengan nuansa Islami. Misalnya hafalan Hadist ,Qur’an dan doa . Sudah biasa bagi anak anak murid menyebut suatu hadist lengkap dengan artinya .

Jadi secara umum keduanya adalah sama, hanya beda di wilayah pembinaan saja.

Masyarakat Menyambut Positif maraknya TK/RA

Masyarakat Menyambut positif terhadap perkembangan pendidikan anak TK / RA . Hal tersebut mengisyaratkan bahwa masyarakat kita memiliki kepedulian besar terhadap dunia pendidikan khususnya pendidikan anak. Setidaknya ada dua keuntungan dengan maraknya TK/RA diwilayah Kita. Pertama bagi masyarakat, mereka dapat dengan leluasa memilih TK/RA mana yang ‘terbaik’ menurut mereka.

Keuntungan yang kedua adalah bagi pengelola TK/RA. Sebenarnya ini adalah sebuah keuntungan yang sekaligus juga sebuah tantangan. Karena dengan banyaknya TK/RA , para pengelola harus lebih giat mengadakan revolusi-revolusi pendidikan guna meningkatkan kualitas dan profesionalisme pegawainya. Logikanya jika pengelola TK/RA bersikap statis terhadap perkembangan zaman dan selalu menggunaka metode-metode yang konservatif, maka jangan harap masyarakat mau melirik TK/RA tersebut.

Banyak alasan orang tua/wali mempercayakan pendidikan buah hatinya pada TK/RA. Ada yang beralasan karena tuntutan zaman yang mendesak anak untuk cerdas dalam hal IPTEK dan IMTAQ sejak dini. Ada juga yang beralasan sebagai syarat masuk SD. Karena ada beberapa Sekolah Dasar yang menginginkan siswa kelas pertamanya sudah pandai membaca, menulis, dan berhitung tingkat dasar. Namun ada pula hanya “ mengikuti tetangga” .
Islam sendiri memang menganjurkan kepada orang tua /wali untuk memperhatikan pendidikan anak bagi buah hatinya. Jangan sampai sang anak tidak mendapatkan pendidikan yang layak sehingga masa depan mereka menjadi suram.

Memilih sekolah untuk anak.

Sebagai orang tua / wali siswa hendaknya memilih pendidikan yang dikelola secara serius dan professional. Hal tersebut sesuai dengan sunnah Rasulullah  yang menganjurkan suatu pekerjaan harus diserahkan kepada yang ahli dalam bidangnya.Untuk memillih TK/RA yang berkualitas tidaklah sulit.  Kita dapat mengetahuinya dari masyarakat sekitar.

Bertanyalah pada mereka dan mintalah penilaian mereka tentang TK/RA tersebut. Atau kita juga bisa menyaksikan sendiri output dari TK/RA tersebut.Apakah setelah tamat TK/RA banyak siswanya yang pandai membaca, menulis, dan berhitung? Bagaimana akhlak siswanya? Dan lain-lain. Prestasi yang diraih TK/RA dalam event-event perlombaan berskala kecil maupun besar juga bisa menjadi referensi orang tua untuk memilih TK /RA.

Peran Orang Tua Terhadap Pendidikan Anak.

Pada dasarnya TK/RA hanya membantu peran orang tua/wali dalam hal pendidikan. Jadi penggerak utamanya tetap orang tua /wali dari anak tersebut. Sekalipun kita telah memasukan anak ke TK/RA yang berkualitas bukan berarti orang tua/wali bisa ‘mencuci tangan’ dengan bebas.. Karena tanggung jawab pendidikan anak di dunia dan di akhirat kelak ada di pundak orang tua.

Pada usia dini merupakan masa-masa Golden Age, pada masa golden age berumur 0-6 tahun pada masa ini otak anak berkembang 80%. Pada masa ini pula anak-anak mudah dibentuk oleh karena itu anak perlu dibimbing dengan cara yang baik dan sesuai dengan usianya, agar  nantinya dia menjadi anak yang unggul dalam agama maupun intelektualnya.

One Comment leave one →
  1. November 9, 2015 2:26 pm

    Bagus (Y) bisa menjadi bahan pemikiran juga, tq
    sudutpendidikan7.blogspot.com

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: