Lanjut ke konten

Bukti uang tak bisa beli moral, bahkan di Sekolah bertaraf Internasional sekalipun pun.

April 17, 2014

uang

Peristiwa pelecehan seksual, pencabulan terhadap seorang siswa M , umur 5 tahun di  Sekolah Taman kanak-kanak   Jakarta Internasional School (JIS)  yakni sekolah bertaraf internasional baru baru ini menjadi bukti bahwa uang tidak bisa beli moral.

 Pendidikan bertaraf internasional ternyata tidak memberi jaminan terhadap keselamatan dan pembangunan moralitas anak didik. Ironisnya, lembaga pendidikan saat ini dirasa lebih berorientasi transaksional ketimbang mengedepankan misi pendidikan. Pendidikan berlabel internasional yang diagung-agungkan oleh para orang tua yang diharapkan bisa melahirkan pendidik yang unggul, , namun nyatanya seperti itu.

 Seorang tenaga pengajar seharusnya tidak hanya berperan dalam memberikan pelajaran, akan tetapi harus mempunyai tanggung jawab  mengawasi dan menjaga keselamatan siswa selama di sekolah dan di sekitar lingkungan sekolah . Sehingga, keselamatan para siswanya dapat terjamin. Mendidik dengan  penuh cinta, bukan karena siapa yang mampu bayar.

 Cinta yang sejati kepada anak tidaklah diwujudkan hanya dengan mencukupi kebutuhan duniawi dan fasilitas hidup mereka. Akan tetapi yang lebih penting dari semua itu pemenuhan kebutuhan rohani mereka terhadap pengajaran dan bimbingan agama yang bersumber dari petunjuk al-Qur-an dan sunnah Rasulullah . Inilah bukti cinta dan kasih sayang yang sebenarnya, karena diwujudkan dengan sesuatu yang bermanfaat dan kekal di dunia dan di akhirat nanti.

 Para guru atau para pendidik, sesungguhnya mereka memiliki tugas dan tanggung jawab dan amanah yang besar untuk mendidik anak-anak kaum muslimin. Menjadikan mereka generasi Rabbani , generasi yang selalu berjalan di atas ketentuan Allah dan Rasul-Nya, generasi yang meneruskan perjuangan para sahabat, generasi yang siap mengemban dakwah Islam. Ajarkanlah kalimat tauhid, ajarkanlah sunnah-sunnah Rasululah Shallallahu ‘alaihi wa sallam , ajarkanlah akhlak mulia.

 Seorang guru pendidik hendaknya bertakwa kepada Allah dalam menunaikan amanah mendidik putra-putri umat Islam. Menjadi suri teladan yang baik bagi anak didiknya . Mendidik mereka agar mencintai pendidikan dan pengajaran. Membuat jembatan komunikasi yang selalu terhubung antara sekolah dan wali murid, agar keshalihan anak-anak dapat tercapai dengan izin Allah Subhanahu wa Ta’ala. Demi Allah, ilmu pengetahuan tidak akan bermanfaat tanpa disertai dengan adab, akhlak dan pendidikan.

 

No comments yet

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: